Rabu, 04 November 2009

Kutemukan Diriku

Mulat sarira, sebuah istilah yang sering dikutip oleh masyarakat Bali; telah dipilih sebagai tema dari Festival Seni Bali tahun ini. Artinya introspeksi diri, mulat sarira bukan sekedar konsep, dogma, atau doktrin agama tertentu, tapi sebuah ajakan bagi seluruh umat manusia, terlepas dari perbedaan latar belakang agama, status sosial, ras, ideologi politik dan ekonomi untuk “kembali ke akarnya dan menemukan dirimu.”

Tak seperti ajakan dari setiap agama, ini bukan sekedar panggilan untuk kembali kepada Tuhan. Ini bukan ajakan untuk menghadap ke Kashi, Ka’bah, atau Yerusalem - tapi untuk “meniti ke dalam diri” dan menemukan “diri”mu.

Sesungguhnya, ini bukan panggilan biasa. Karena ketika Anda berpaling kepada Tuhan, yang kata orang ialah sumber semua cinta dan segala rasa sayang, Anda bisa jadi akan merasakan konsolasi. Tapi saat berpaling ke dalam untuk menemukan “diri”mu sendiri, Anda tak akan menemukan cinta ataupun rasa sayang. Anda justru akan menemukan kebencian dan egoisme.

Ketika Anda berdoa kepada Tuhan yang Maha Mendengar, Anda mengharapkan Ia, apapun atau siapapun Dia, untuk mendengar tangisan Anda dan memberi perhatian pada kemalanganmu. Tapi saat Anda berpaling ke dalam diri, Anda menatap “diri”mu yang sejati dalam keadaan merana itu. Tak ada konsolasi; faktanya ialah Anda menemukan diri yang telanjang bulat. Anda mulai melihat diri sendiri tanpa selubung apapun, tanpa pakaian selembarpun. Anda melihat diri Anda yang masih “mentah”.

Ketika Anda melakukannya, jangan mengambil kesimpulan apapun. Jangan meniti ke dalam diri dengan segempok pengkondisian diri yang terdahulu, seperti “Tuhan berada di dalam dirimu,” atau “Kamu pada hakikatnya ialah Tuhan.” Menitilah ke dalam diri dengan pikiran dan hati terbuka. Menitilah ke dalam diri tanpa pamrih, dan kemudian Anda akan menemukan “diri”mu, “jati diri”mu.

Proses meniti ke dalam diri ini ialah meditasi. Buddha menyebutnya vipasana. Umat Budhis menambahkan seperangkat latihan. Buddha sendiri tak pernah memberikan gambaran, atau lebih tepatnya memberikan resep, berupa latihan tertentu. Ia ialah panggilan yang generik, “Meniti ke dalam diri,” mulat sarira. Tak ada latihan, tak ada inisiasi - cukup membawa “niat tunggal”mu untuk meniti ke dalam diri. Cukup membawa “hasrat membara”mu untuk meniti ke dalam diri. Cukup membawa “kemauan”mu untuk menemukan “diri”mu dalam keadaan telanjang bulat.

Ada orang yang menghubungkan vipasana atau meditasi dengan kesehatan, penyembuhan, keseimbangan emosional dan seterusnya. Itu tak akan menjadi mulat sarira; itu tak akan menjadi vipasana; itu tak akan menjadi Meniti ke Dalam diri. Anda tak meniti ke dalam diri untuk sembuh; Anda tak meniti ke dalam diri dengan ekspektasi. Anda meniti ke dalam diri tanpa ekspektasi. Bagaimana kamu bisa meniti ke dalam diri dengan harapan untuk sembuh, jika pada awalnya Anda bahkan tak tahu apakah kamu sehat atau tidak? Anda tak membutuhkan pengobatan apapun. Anda bisa jadi hanya menghalusinasikan penyakitmu dan dan ketidakseimbangan emosimu.

Jadi sekali lagi, menitilah ke dalam tanpa ekspektasi apapun

Dan berterimakasihlah, bersyukurlah, atas segala yang Anda temukan. Bisa jadi itu cinta, atau justru kebencian. Bisa jadi itu kasih sayang, atau justru egoisme. Bisa jadi itu berupa kerendahan hati atau justru arogansi. Bisa jadi itu ialah kebijaksanaan, kebajikan, atau justru ego dan iri dengki. Apapun yang Anda temukan, itulah “Anda”. Sekali saja Anda menemukan “diri”mu, langkah selanjutnya menjadi mudah.

Menyelamlah dalam penemuanmu itu; jadilah otentik pada dirimu sendiri dan apa yang ingin Anda lakukan terhadapnya. Jujurlah pada dirimu jika Anda merasa puas dengan penemuanmu itu. Jika jawabannya positif - “ya” tanpa keraguan - peliharalah terus hal itu. Tapi bila jawabannya “tidak”, lantas ubahlah ini menjadi apa yang Anda anggap sebagai suatu ideal.

Jadi ada, sebenarnya, dua aspek bagi mulat sarira. Pertama ialah menemukan diri, dan kedua ialah apa yang hendak Anda lakukan terhadapnya.

Sayangnya aspek tersebut acapkali terlupakan. Kita memahami istilah tersebut, tapi kita tak melakoninya. Ini seperti memegang resep medis di rumah dari seorang dokter ahli, tapi kita tak meminum obatnya. Ini menyebabkan kondisi yang memprihatinkan dalam masyarakat kita

Bali, Pulau Dewata, lebih banyak terjadi bunuh diri di sini ketimbang di daerah lain di Indonesia. Bali juga memiliki angka insfeksi HIV tertinggi di banding daerah lain di kepulauan ini. Banyak orang akan menyalahkan faktor luaran untuk kondisi semacam ini. Saya tidak. Saya memilih untuk melakukan mulat sarira, introspeksi diri, vipasana, meniti ke dalam diri untuk menemukan akar dari segala permasalahan kita tersebut. Di mana kita telah jauh melenceng?

Mudah saja memakai mulat sarira sebagai sebuah slogan, tapi sangat sulit untuk mempraktekkannya. Karenanya saat saya mulai mempraktekkannya, saya menyadari bahwa ada banyak kesalahan di dalam diri saya. Angka bunuh diri yang tinggi, infeksi HIV yang marak di kalangan masyarakat Bali, perampokan dan kriminalitas lainnya - semua itu secara langsung terkait dengan diri saya. Menakutkan!

Saya berubah menjadi materialis, dalam pengertian bahwa saya tak lagi melihat energi sebagai sumber dari segala sesuatu. Saya mulai mempercayai kekekalan materi, ketimbang energi. Saya telah melupakan, walau Eistein telah mengingatkan saya bahwa benda dan energi itu relatif, kendati demikian ketika ia menjadi tak berakhir dan tak berbatas, mereka semua ialah kualitas energi

Ketika saya meniti ke dalam diri, pelajaran pertama yang saya pelajari ialah kebutuhan untuk menemukan sumber dari segala sesuatu, untuk melihat hal-hal sebagaimana mereka adanya. Setelah melakukan hal itu, setelah meniti ke dalam diri, saya kembali kepada Nabi dari Arabia dan saya menemukan beliau mengucapkan kata-kata yang sama: “Seseorang yang mengenal dirinya, mengenali Tuhan.” Saya mendengar petuah para bijak dari Yunani kuno bergema, “Kenali dirimu!” Dan, saya mendengar Krishna bernyanyi kepada sahabatnya Arjuna di medan perang Kurusetra, “Diri-Mu ialah teman sekaligus musuh terbaik.”

Mulat sarira ialah ajakan untuk berhenti bersandar pada semua faktor luaran dan mulai untuk bersandar pada diri sendiri. Sahabat, kita semua sedang dalam perjalanan saat ini. Minggu depan, saya akan melanjutkannya. Saya berharap, berdoa, bahwa Anda sudi menemai saya.

Rabu, 16 September 2009

Sebuah Renungan

Kita memiliki gedung-gedung yang tinggi, tetapi semakin rendah ketahanan kita akan amanat tuhan.

Kita membangun banyak jalan-jalan besar, tetapi wawasan kita semakin sempit.

Kita banyak menghabiskan uang, tetai semakin sedikit apa yang kita punya.

Banyak membeli tetapi makin sedikit yang bisa kita nikmati.

Rumah-rumah kita bertambah besar, akan tetapi keluarga kita semakin kecil.

Rumah-rumah yang semakin nyaman, tapi makin sedikit waktu yang kita miliki untuk menikmatinya.

Rumah-rumah yang semakin elok, tetapi keluarga yang berantakan.

Inilah masa pendapatan yang berganda, tetapi perceraian bertambah.

Kita memiliki semakin banyak gelar, tetapi semakin sempit akal.

Semakin banyak pengetahuan, tapi semakin sempit penilaian pada yang baik dan buruk.

Semakin banyak ahli, akan tetapi semakin banyak pula masalah.

Semakin banyak ditemukan obat, tetapi semakin berkurang kesehatan.

Kita terlalu banyak merokok, ceroboh, terlalu jarang tertawa, mengemudi terlalu cepat, semakin kerap marah, susah tidur, bangun dalam keadaan yang terlalu penat, terlalu sedikit membaca, terlalu banyak menonton televisi dan sangat jarang berdo'a.

Kita telah melipatgandakan keinginan, akan tetapi mengurangi nilai-nilai diri kita.

Terlalu banyak bicara dan kurang mendengar

Terlalu sedikit mencinta, terlalu banyak membenci

Kita telah belajar bagaimana mencari nafkah, tapi tidak mencari hidup

Kita telah mampu menambahkan tahun-tahun dalam kehidupan kita, tapi gagal membawa kehidupan dalam tahun-tahun hidup kita.

Kita telah melakukan hal-hal yang lebih besar, tetapi gagal melakukan hal-hal yang lebih baik.

Kita telah membershihkan udara, tetapi jiwa kita penuh polusi

Kita telah menaklukkan atom, akan tetapi tidak mamapu menaklukkan prasangka buruk.

Kita banyak menulis, tetapi sedikit belajar

Kita banyak berencarana, tetapi sedikit menggapai

Kita belajar untuk mengejar, tetapi tidak belajar menunggu

Inilah zamannya makanan yang cepat saji dan pencernaan yang lambat.

Manusia-manusia lebih besar fisiknya, tetapi kerdil karakternya.

Inilah kalanya perjalanan yang semakin singkat, pakaian sekali pakai, moralitas yang terbuang, kelebihan berat badan, dan pil-pil yang dapat melakukan segalanya ; membuat gembira, menenangkan dan sekaligus Membunuh !

Inilah waktunya ketika banyak hal-hal yang dipamerkan dan semakin sedikit yang disimpan.

Ingatlah sesungguhnya hidup tidak diukur dengan berapa banyak hembusan napas yang kita ambil.

Tetapi hidup diukur dengan saat-saat terakhir hembusan napas kita.

Semoga hari-hari yang telah berlalu menjadi pelajaran, pengalaman dan introspeksi bagi kita, dan semoga Esok yang sesungguhnya menjadi lebih baik.

Rabu, 12 Agustus 2009

Proses menjadikan sebuah Kualitas

Saya awali dengan sebuah cerita pendek tentang tinja binatang Luwak yang di hargai sangat mahal.

Tinja Termahal Di Dunia.
Tahukah Anda bahwa tinja atau kotoran bisa mempunyai harga yang sangat mahal? Tentu bukan tinja dari manusia, meski ia seorang celebritis kondang atau bahkan presiden sekalipun. Tinja atau kotoran termahal di dunia adalah "hasil produksi" dari binatang. Nama binatangnya adalah Paradoxurus Hermaphroditus yang dalam percakapan sehari-hari kita sebut sebagai Luwak, sejenis Musang. Luwak adalah pemangsa buah kopi yang sudah matang. Ketika ia menikmati buah kopi, maka biji-biji kopi pun ikut tertelan ke dalam perutnya.

Biji-biji kopi itu pun berada di dalam perut Luwak dan berinteraksi dengan segala macam ensim yang ada. Karena biji-biji kopi itu tidak dapat dicerna oleh Luwak, maka keluarlah biji-biji itu bersama dengan kotoran. Tinja Luwak dengan biji-biji kopi ini menjadi komoditas yang dicari banyak orang, karena harga biji-biji kopi yang tercampur dengan kotoran itu berkisar Rp. 650.000,- per 250 gram. Bandingkan harganya dengan kopi lain yang hanya dijual Rp. 6500,- per 250 gram. Kopi luwak 100 kali lebih mahal! Inilah kopi yang seringkali disebut-sebut termahal di dunia : Kopi Luwak. Kopi Luwak mempunyai rasa dan kualitas yang berbeda dengan kopi-kopi lain, dan oleh karenanya banyak diburu oleh para pecinta Kopi. Rasa dan kualitas kopi Luwak yang khas adalah hasil dari berada dalam proses di perut Luwak. Menjadi berkualitas adalah hasil sebuah proses.

Dari cerita diatas kita bisa mangambil hikmah bahwa
Sebuah proses akan membuat sesuatu lebih bernilai
Tetapi kadang kala proses itu menyakitkan dan tidak jarang memalukan, sehingga seringkali dihindari. Tetapi, apabila kita mempunyai kerelaan dan ketabahan, kita akan keluar sebagai orang yang lebih berkualitas. Lebih berkualitas dan oleh karenanya tentu lebih berharga.

Jumat, 10 Juli 2009

Fenomena Crop Circle

Hebat Dan Mengagumkan

Satu lagi fenomena aneh di dunia yang semakin menambah setumpukan penomena-penomena yang sulit untuk dipecahkan oleh akal sehat manusia bahkan ilmuwan sekalipun..yaitu Crop circle.

Crop Circle merupakan fenomena alam penuh misteri yang sekarang paling sering di jumpai.Sudah hampir 350 tahun semenjak kemunculannya pertamakali di Inggris pada tahun 1647, sampai sekarang belum ada jawaban yang pasti bagaimana cara mereka terbentuk.
Crop circle adalah suatu bentuk lingkaran dan bentuk bentuk lain seperti geometri (dan kebayakan berukuran besar/luas ), bahkan ada juga yang yang biasa ditemui membentuk citra mahkluk hidup seperti kalajengking,bunga matahari,Lebah,dll.diladang pertanian khususunya gandum. Di Inggris, Canada, Amerika, Australia dan Jepang, banyak ditemukan fenomena crop circle. Fenomena ini biasanya muncul di musim panas saat ladang pertanian ditumbuhi dengan tanaman.. Bentuk geometri itu kadang berupa lingkaran-lingkaran atau bisa juga berbentuk rangkaian gambar yang unik, yang menunjukkan bahwa pembuatnya adalam makhluk yang cerdas. Tapi, crop circle ini bukan dibuat oleh manusia berdasarkan berbagai bukti yang telah diselidiki oleh para ilmuwan. Lantas mahkluk apa seperti yang kurang kerjaan membuat semua ini???Crop circle banyak dijumpai di Inggris selatan.

1

Banyak yang mengkaitkan crop circle ini dengan kegiatan spiritual karena rangkaian bentuk geomtri yang terbentuk di ladang pertanian itu (gambar-gambar itu terbentuk dengan tanaman yang rebah / roboh). Menurut informasi yang ada, kemunculan fenomena crop circle ini sering disertai juga dengan pemunculan ufo yang berbentuk bola cahaya. Sebuah video yang berhasil merekam proses terjadinya sebuah crop circle (di oliver’s castle tahun 1996, lihat foto atas) menunjukkan bahwa sebuah crop circle terbentuk dalam waktu hanya sekitar 20 detik saja. Padahal besarnya mencapai puluhan meter. Fenomena ini bahkan diperkirakan telah muncul sejak ratusan tahun lalu. Sebuah ukiran pahatan kayu dari abad 17 yang dinamakan “Mowing Devil” menunjukkan ada makhluk yang dipercaya adalah setan, membuat kerusakan berupa lingkaran di ladang pertanian.

crop7

Kemunculannya di Rusia beberapa tahun yang lalu sangatlah menakjubkan,dimana mereka bermunculan silih berganti.Masyarakat sekitar yang melihatnya sungguh tidak mengerti,bagaimana cara mereka bisa terbentuk secepat itu.dalam kurun semalam saja,sekitar 6-7 crop circle dengan ukuran yang besar telah terbentuk dihamparan ladang gandum mereka.Yang membuat mereka semakin berdecak kagum adalah macam-macam bentuk dari crop circle itu sendiri,ada yang membentuk citra bunga matahari yang luar biasa indahnya.Sampai saat ini,banyak spekulasi dan pandangan mengenai peroses terbentuknya Crop Circle.Ada yang beranggapan fenomena tersebut memang dibuat oleh manusia,tapi ada pula yang beranggapan murni dari proses gejala alam. Avebury Trusloe, nr Beckhampton, Wiltshire. Reported 30th June 2006 spekulasi-spekulasi dan asumsi orang tentang crop circle Lingkaran aneh nan misterius di ladang gandum adalah fokus yang selalu menarik perhatian dan penelitian dari kalangan ilmuwan, dan hingga kini belum ada kesimpulan atas sebab terjadinya fenomena tersebut, saat ini terdapat 5 versi utama. Berikut penjelasannya…

crop9

1.Perbuatan manusia
Sebenernya sulit untuk percaya kalo ini perbuatan manusia. Cukup banyak yang beranggapan, bahwa apa yang disebut lingkaran ladang gandum itu tidak lebih dari perbuatan iseng seseorang. Menurut ilmuwan Anderro dari Inggris yang telah menyelidiki sekaligus meneliti fenomena tersebut selama 17 tahun lamanya, bahwa ada sekitar 80% lingkaran ladang gandum itu merupakan buatan manusia. Seorang warga Inggris pernah menuturkan kepada media massa, bahwa dia dan beberapa temannya adalah pembuat lingkaran ladang gandum di London, Inggris. Sebelumnya mereka telah mempersiapkan gambar desain, ketika gandum di ladang hampir matang, dengan sebuah paku panjang dipantakkan di ladang gandum, dan paku itu dijadikan sebagai pusatnya, selanjutnya, melingkari permukaan tanah dengan tali, lalu muncullah sebuah lingkaran ladang gandum. Masalahnya, apakah mungkin dia dapat membuat lingkaran tersebut dalam satu malam tanpa alat bantu yang memadai? lalu tujuan membuatnya untuk apa?

2.Medan magnet
Sebagian lingkaran aneh tersebut telah dikesampingkan kemungkinannya terjadi karena ulah manusia. Sebab struktur gambar mereka (lingkaran aneh) yang rumit, ukurannya yang besar, desain yang indah, sama sekali bukan hasil buatan manusia yang dapat dikerjakan dalam waktu semalam. Meskipun Anderro bersikeras mengatakan bahwa 80% lingkaran ladang gandum itu adalah buatan manusia, namun, dia juga yakin, bahwa 20% sisanya adalah pembentukan alami karena efek medan magnet bumi. Dalam medan magnet terdapat suatu daya gerak yang gaib, dapat menghasilkan suatu arus listrik, sehingga tanaman “berbaring datar” di atas permukaan tanah. Ahli terkait asal AS yakni Jeffery Walson telah meneliti 130 lebih lingkaran ladang gandum, dan didapati bahwa 90 % disekitar lingkaran aneh tersebut terdapat transformator yang berhubungan dengan kabel tegangan tinggi. Di bawah panjang garis keliling sepanjang 270 meter tersebut terdapat sebuah kolam, oleh karena di-airi, maka ion yang dikeluarkan tanah dari bagian dasar ladang gandum dapat menghasilkan elektrik negatif, sedangkan transformator yang dihubungkan dengan kabel tegangan tinggi menghasilkan elekrik positif. Setelah elektrik negatif dan positif bersentuhan dapat menghasilkan energi magnet listrik, selanjutnya merobohkan gandum lalu membentuk lingkaran aneh. Namun demikian mereka belum bisa memberikan seluruh jawaban dari pertanyaan bagaimana bentuk-bentuk aneh itu dapat terbentuk? Apakah mungkin energi dapat berbentuk bunga atau kelajengking?


3.Angin Tornado
Menurut fisikawan dari Universitas Michigan, AS yakni Dr.Delon Smith, bahwa perubahan musim panas tidak menentu, angin tornado adalah sebab utama yang menyebabkan lingkaran aneh itu. Melalui risetnya dia mendapati, bahwa sejumlah besar lingkaran aneh di ladang gandum yang muncul di sisi gunung atau daerah yang berjarak 60-70 km dari gunung, dimana tempat seperti ini adalah tempat yang mudah sekali membentuk angin tornado. Tapi apakah angin tornado dapat membuat lingkaran dengan ketelitian tertentu tersebut?

4. Buatan makhluk luar angkasa Atau yang paling dikenal Aliens..
Banyak yang meyakini, bahwa sebagian besar lingkaran aneh di ladang gandum terbentuk dalam waktu satu malam, besar kemungkinan adalah hasil karya makhluk luar angkasa. Sejak 1990, fotografer Alexander mengatakan, dia melihat cahaya yang ganjil di ladang gandum, cahaya itu terbang kesana-kemari di antara kedua lingkaran aneh. Keberadaan alien di perut bebek liar di San Franscisco AS barangkali memperkuat dugaan ini.

5.Heterodoxy (pandangan sumbang)
Sejumlah orang percaya, bahwa di balik lingkaran ladang gandum terdapat berbagai macam kekuatan gaib, kaya segitiga bermuda gitu. Menurut dugaan ini, ada yang lantas menyebut lingkaran aneh itu sebagai “pemberitahuan bencana”, agar supaya menyebarkan pandangan sumbang yang meyimpang dari ajaran ortodoks. Mengapa lingakaran aneh tersebut kerap muncul disitu? Dan kini, lingkaran itu pernah muncul di ladang bunga matahari, Rusia, lantas kenapa bisa demikian? Mungkin kita hanya dapat menunggu ilmuwan untuk menyingkapnya lebih lanjut.

Mau melihat Imange yang lebih seru Search Aja Sendiri Di Paman Google.

Selasa, 30 Juni 2009

Mengatasi Kaki Bengkak Selama Hamil

1. Setiap pagi dan malam, minumlah rebusan pertama kacang hijau

2. Kurangi konsumsi garam

3. Jangan Berdiri terlalu lama

4. Jangan duduk dengan posisi kaki menggantung

5. Pada malam hari letakkan kaki di atas tumpukan bantal, hal ini agar aliran darah menjadi lancar

6. Pijat perlahan dengan baby oil atau rendam kaki dalam air hangat yang di bubuhi garam atau jeruk nipis selama 10 – 15 menit.

WELCOME TO 32 COMUNITY