Selasa, 06 Januari 2015

New Year Promises

Berjanjilah Pada Dirimu Untuk Berhenti Melakukan 10 Hal Ini!

Tahun 2015 akhirnya telah datang. Itu artinya ada lembaran hidup yang baru sudah siap untuk ditulis dengan cerita yang lebih baik.
Menulis cerita yang lebih baik tidak hanya dengan mengukir prestasi atau bahkan memiliki kehidupan yang baru. Dengan sedikit cara kecil dan sederhana, seperti mulai berhenti melakukan hal-hal di bawah ini, kamu pun sudah bisa memiliki cerita hidup yang lebih baik daripada sebelumnya.


1. Berhenti Jadi Orang yang Mudah Tersulut Emosi. Di Tahun yang Anyar Ini Kamu Perlu Belajar Jadi Lebih Mawas Diri

 Dirimu harus lebih tenang

Ketika ada hal yang tidak terjadi sesuai dengan rencana, pastilah rasa kecewa yang akan muncul. Biasanya, rasa kecewa ini tidak hilang begitu saja dan membuatmu sementara waktu menjadi pribadi yang lebih sensitif juga tempramental; seakan ada tanda “Senggol-Bacok” di dahimu.
Keadaan emosi yang tinggi seperti ini seringkali membuat otakmu tidak bisa berpikir dengan jernih dan akhirnya kamu pun membuat banyak keputusan yang kelak mungkin bisa kamu sesali. Coba ingat deh, berapa kali dalam setahun kemarin kamu membuat keputusan yang salah hanya karena emosi? Kalau lebih dari 2 kali, berarti sudah waktunya tahun ini kamu harus merubah diri.
Selagi 2015 baru saja dimulai, belajarlah secara perlahan untuk mengatur emosi diri. Jika ada masalah atau mengalami kegagalan, jangan terburu-buru mengeluarkan sisi tempramentalmu. Menepilah sejenak dari keramaian, dinginkan pikiran, baru kemudian satu per satu masalah kamu selesaikan. Jangan lupa untuk menyisipkan senyuman di setiap masalah yang terjadi karena percaya atau tidak, senyum bisa membuat segalanya lebih baik.


2. Hidup Orang Lain Bisa Terlihat Lebih Sempurna. Tapi Berjanjilah, Mulai Tahun Ini Kamu Akan Lebih Mensyukuri Apa yang Kamu Punya

Berkaca pada diri sendiri

Rumput tetangga memang selalu lebih hijau
Pepatah tersebut sepertinya memang tidak sembarang dibuat dan mengejutkannya, terasa begitu dekat dengan kehidupan kita. Coba deh diingat, berapa kali kita tergiur melihat keelokan dan kesuksesan hidup orang lain. Pasti hampir semua menjawab: sering. Mulai dari ingin secantik si primadona kampus hingga ingin punya kehidupan yang bahagia seperti orang lain. Begitu seringnya kita melihat kebaikan yang ada di diri orang lain, kita semakin ingin menjalani hidup seperti mereka dan mulai membandingkan hidup kita dengan kehidupan yang mereka miliki.
Hidup orang lain memang terlihatnya begitu sempurna, tetapi sebenarnya tidak juga. Untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, mereka juga melewati rintangan dan kesulitan, sama seperti kamu. Lalu mengapa mereka bisa sukses? Itu karena mereka tidak terlalu memerdulikan apa perkataan orang. Mereka berpegang teguh pada tujuan mereka dan selalu berusaha menjadi diri sendiri.
Oleh karena itu, berhentilah dari kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Setiap orang punya cerita kehidupannya masing-masing. Dan untuk membuatnya berwarna, jadilah diri sendiri dan nikmati petualangan hidupmu sendiri.


3. Tahun Baru Adalah Momen Tutup Buku. Maafkan Dirimu. Berhenti Menyesali Kesalahanmu yang Telah Lalu

Tarik napas, syukuri hidupmu

 Sudah berapa banyak momen yang terlewat hanya karena kamu sibuk menyesali masa lalumu? Menyesali masa lalu hanya akan membuatmu tertinggal. Di saat semua orang sudah perlahan berjalan maju, kamu masih berada di tempat yang sama seperti dulu. Mengutuki keadaan dan memikirkan mengapa hal buruk itu bisa terjadi, tanpa memikirkan ada kehidupan di depan yang harus tetap dijalani.
Tahun baru ini adalah awal yang baru. Jangan biarkan awal lembar hidup barumu dimulai dengan kisah yang sama, yang kamu sudah tahu bagaimana akhirnya. Tulislah cerita baru dan warnai kembali hidupmu yang dulu sempat kelabu. Nikmati setiap kata yang kamu tulis di hidupmu. Biarkan masa lalu itu hadir di saat kamu butuh peringatan bahwa kegagalan itu ada dan jangan biarkan jatuh ke lubah tersebut untuk kedua kalinya.


4. Bahagia Hanya Bisa Kamu Ciptakan Sendiri. Berhenti Bergantung Pada Orang Lain Untuk Menciptakan Kesenangan Hati

Hanya kamu yang bisa rasakan

 Mungkin sampai sekarang masih banyak di antara kita yang tidak tahu apa itu kebahagiaa. Kita cuma tahu bahwa kalau bahagia, hidup kita tidak lagi akan susah dan selalu ada senyum yang tersungging di bibir kita. Diiming-imingi hal tersebut, selama hidup hingga saat ini, kita terus menerus mencari kebahagiaan tersebut; tanpa tahu apa bentuknya dan bagaimana caranya.
Kenyataannya, kamu tidak akan menemukan kebahagiaan walaupun mencari hingga ke ujung dunia. Mengapa? Karena kebahagiaan itu adalah perasaan, bukan sebuah objek atau benda yang dapat dilihat oleh mata. Kebahagiaan hanya bisa dirasa dan satu-satunya yang bisa merasakannya adalah diri kita sendiri.
Oleh karena itu, jika ingin merasa bahagia, buatlah dirimu terus berada dalam perasaan yang bahagia. Sering-sering bersyukur, jauhi hal-hal yang bisa mendatangkan emosi negatif, hingga yang termudah adalah tidak pernah lupa untuk tersenyum. Iya, semudah itulah untuk mendapatkan bahagia. Kalau selama ini kamu belum merasa bahagia, mungkin kamu belum tahu saja bagaimana caranya.


5. Rasa Takut Hanya Menjadi Penghalang. Buang Jauh Rasa Itu dan Mulailah Berani Mengambil Tantangan

Rasa takut jangan dihindari


 Rasa takut itu wajar dan hampir semua manusia pasti merasakannya, apalagi saat akan melakukan sesuatu untuk pertama kalinya. Pikiranmu pasti akan ke mana-mana dan menerka apa yang akan terjadi di depan nanti — Apa aku akan gagal? Apa aku akan sakit hati?. Namun, tanpa kamu sadari, rasa takut itulah yang akan jadi penghalangmu untuk maju.
Coba ditilik lagi, apakah itu benar rasa takut semacam fobia atau hanya sugesti untuk melindungi diri dari kemungkinan terburuk. Kalau memang hanya sugesti, mulailah berusaha untuk menghadapinya dengan sikap yang santai dan tanpa prediksi macam-macam.
Ambillah risiko yang ada di depanmu itu. Entah memberanikan diri bimbingan skripsi dengan dosen yang killer, unjuk bakat melawak dengan tampil di panggung stand up comedy, atau menjajal kemampuan di bidang yang selama ini tidak pernah kamu pikiri. Buang jauh-jauh perasaan akan mengalami kegagalan dan gantilah dengan semangat untuk mendapat keberhasilan.


6. Kamu Tak Akan Bisa Jadi Sempurna. Satu-satunya Cara Adalah Dengan Menjadi Versi Terbaikmu Sebagai Manusia

Tidak semua hal akan terlihat sempurna

 Tidak ada orang sukses di dunia ini yang berhasil menginspirasi banyak orang karena mengasihani atau mengritisi hidup dan dirinya sendiri. Mereka yang menginspirasi adalah yang orang yang mampu mengapresiasi diri, bersyukur, mencintai diri sendiri, dan bangkit dari kegagalan yang telah dihadapi.
Untuk itu, kalau kamu ingin bisa memiliki arti dan menginspirasi orang-orang di sekitarmu, berhentilah mengasihani dan mengritisi dirimu sendiri. Di dunia ini tidak ada yang sempurna, begitu juga kamu. Seperti kata Bunda Dorce,
“Kesempurnaan hanya milik Allah”.
Yang bisa kamu lakukan adalah menjadi versi terbaik dari dirimu dengan memaksimalkan seluruh kemampuan diri dalam melakukan apapun. Dan jangan lupa untuk selalu memaafkan diri jika mengalami kegagalan, bukan mengasihani.


7. Berhenti Mencela Fisikmu. Apa Adanya Dirimu Saat Ini Adalah yang Terbaik Menurut Penciptamu

Kekurangan fisik, jadikan kekuatan

Dari seluruh hal yang sering kamu keluhkan dari dirimu, mungkin ketidaksempurnaan pada fisik merupakan salah satunya. Ya, memang tidak semua orang terlahir dengan paras se-ayu Raisa atau setampan Nicholas Saputra. Tapi bukan berarti fisikmu tidak sempurna.
Kulitmu yang hitam sering dipermasalahkan, padahal pigmen kulit hitammu itu melindungi dirimu dengan sempurna dari paparan sinar UV. Tubuh pendekmu juga kerap kamu keluhkan, padahal dengan tubuh itu kamu tidak perlu takut merasa tua karena selalu dianggap awet muda. Keadaan fisik yang selama ini kamu cela sebenarnya adalah ciptaan terbaik dari Yang MahaKuasa untuk menyempurnakan dirimu. Dan untuk merasaan kesempurnaan itu, kamu hanya perlu mengucap syukur saja, kok. Mudah ‘kan?


8. Hentikan Kebiasaan Berubah Hanya Untuk Menyenangkan Orang. Ini Hidupmu dan Kamu Tidak Sedang Berhutang Budi

Berubah untuk orang lain? Kamu bukan Tuhan
Pacar: “Kamu egois banget sih jadi orang. Berubah dong. Aku capek ngehadapinnya”
Kalau pacarmu berkata seperti itu, apa kamu harus segera berubah? Jawabannya, tidak. Kamu harus benar-benar tahu dulu, apakah benar kamu memang se-egois itu atau hanya pacarmu saja yang merasa kurang puas dengan sifatmu.
Cari tahu apakah kamu benar-benar sosok yang egois dari teman-teman terdekatmu dan bahkan keluargamu. Kalau memang mereka berkata “Ya”, maka mungkin inilah waktunya untuk mengurangi sifat egoismu itu. Bukan untuk mereka tetapi untuk dirimu sendiri, supaya kamu bisa berkembang menjadi pribadi yang lebih mampu berbagi. Namun kalau jawaban mereka “Tidak”, mungkin pacarmu yang harus berubah supaya lebih bersyukur dengan sifat dan keadaanmu.


9. Hidup Itu Perlu Tujuan. Berhentilah Menjalani Hidup Tanpa Target

Miliki tujuan hidup
Miliki tujuan hidup

Siapa yang tidak suka menjalani hidup yang santai? Beban pikiran tidak terlalu banyak, hidup hanya tinggal mengikuti arah takdir yang sudah dituliskan. Kamu bebas melakukan apa saja yang disuka sesuai dengan kemauanmu. Menyenangkan? Memang, pada awalnya. Tapi, lama kelamaan kamu akan terbuai dan terperangkap hingga akhirnya menjalani hidup seperti ayam kehilangan induk: tidak tahu arah.
Maka dari itu, dalam hidup kamu perlu membuat target dan tujuan yang akan dicapai. Bukan hanya sebagai prestasi, tetapi juga ajang menantang diri. Dengan adanya target dan tujuan, kemampuan dan kepribadianmu akan dengan cepat terasah. Hidupmu pun akan jauh lebih berkembang dari sebelumnya.
Awal tahun ini adalah saat yang tepat untuk menyusun target dan tujuan hidupmu. Jangan terlalu muluk, perhitungkan dengan baik apa saja yang mampu kamu capai dalam satu tahun ke depan. Sesuaikan daftar tersebut dengan kemampuan dan buatlah timeline untuk lebih memudahkan.


10. Stop Memandang Satu Kegagalan Seperti Hukuman Mati. Bukankah Hidup Selalu Menawarkan Kesempatan Untuk Mencoba Lagi?

Bangkit dan titi kembali sekuat tenaga untuk kesempatan tersebut

“Kenapa sih hidupku salah terus?”
Mungkin kamu sering menggumamkan hal tersebut pada dirimu, terutama saat sedang mengalami kegagalan. Sepertinya kebanyakan manusia memang begitu. Saat sedang gagal, lebih memilih menyalahkan diri dan hidup dibandingkan bangkit dan maju untuk ‘bertempur’ lagi.
Apa yang perlu dipersalahkan dalam hidup? Tidak ada, karena hidup tidak melakukan apa-apa. Bukan juga dirimu yang perlu disalahkan.
“Kamu tidak gagal, kamu hanya diberikan kesempatan lebih banyak untuk belajar.”
Yang perlu kamu lakukan saat gagal adalah bangkit. Menyusun kembali tangga-tangga yang telah runtuh dan membuatmu jatuh. Belajar lagi bagaimana menyusun tangga yang benar, mungkin dulu ada tangga yang tidak tepat sehingga membuatmu salah pijak.

Di tahun yang baru ini, mulailah hidup baru yang harus jauh lebih baik. Dan dengan berhenti melakukan hal-hal di atas, hidup lebih baik akan dengan mudah kamu dapatkan. Selamat mencoba dan selamat tahun baru!

  | 2,258 shares

Minggu, 19 Oktober 2014

PENCARI MAKNA





Berapa kali kamu dikecewakan oleh putaran waktu?
Sesering apa kamu mengerti betul tentang beratnya melepaskan?
Sudah berapa lama kamu menunggu dia yang sedikitpun tak pernah tahu isi hatimu?
Memiliki yang justru akhirnya berusaha melepaskan diri.
Berharap pada yang mengharapkan orang lain.
Memberikan bahagia kepada yang telah membuatmu berairmata.
Dijadikan yang terakhir oleh yang selalu kau prioritaskan
Sakitkah?

Lalu untuk apa masih memperjuangkan yang sedikitpun tak pernah tahu keberadaanmu.
Harus berapa lama kamu bertahan dan meyakinkan kepalamu bahwa harapan sedang diproduksi?
Selain menerima realita mungkin kamu perlu membuka mata.!
Kamu harus pergi beberapa meter dari arena lukamu untuk tahu siapa yang perlu diperjuangkan dan yang perlu dilepaskan.
Kadang kamu harus mencicipi sakit yang bertubi-tubi tapi jangan hal-hal itu membuatmu lemah sedikitpun.
Bukan salahmu,
Bukan salahnya,
Bukan salah siapa-siapa.

Sadarilah bahwa luka tak dapat diundang seijin diri kita sendiri,
Segala sesuatunya sudah dikendalikan Tuhan,
Jika kamu mengijinkan Dia membantumu.
Hari-hari berat,
Malam-malam yang penuh dengan tangis,
Waktu yang semakin keras berdetak, akan mengajarimu sesuatu.
Dan kamu akan menyadarinya suatu hari nanti.
Akhirnya kamu akan menertawai seluruh rangkai airmata ini.

Rabu, 10 September 2014

4 WAY to HAPPINESS




Manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi atau pembiasaan dengan tingkat kehidupan yang dialami, seperti disampaikan Roslina Verauli, M,Psi, psikolog dari Rumah Sakit Pondok Indah.

Misalnya saja dulu ketika Anda menjadi karyawan biasa dengan penghasilan pas-pasan per bulan. Kemudian berandai-andai menjadi manager. Tetapi begitu Anda benar-benar sampai pada posisi tersebut, semuanya tetap berjalan seperti dulu.
“Seiring bertambahnya pendapatan, kebutuhan akan lebih tinggi. Standar kesenangan tidak lagi sama. Mungkin dulu di skala 6 sudah merasa cukup, kini harus di atas 8. Dulu Anda tidak memerlukan polis asuransi, sekarang perlu. Dulu tidak perlu mobil, sekarang perlu. Gaya pakaian pun tak lagi sembarangan. Itulah yang namanya penyesuaian,” terang Roslina.
Namun bukan berarti Anda tidak berhak mendapatkan kebahagiaan. “Setiap orang ingin hidupnya lebih bahagia dari kondisinya saat ini,” terang Ed Denier, psikolog dari University of Illinois.
“Dan itu akan membuatnya baik-baik saja jika setiap orang tahu apa yang sedang mereka lakukan. Namun sayangnya mereka tidak tahu. Banyak orang kurang pandai dalam memprediksi hal-hal seperti apa yang bisa membuat mereka bahagia,” tambah Denier.
Karena itu, baik Roslina maupun Denier sama-sama menyarankan; jangan menunggu sampai Anda memenangkan undian berhadiah atau menjadi manager untuk bisa mendapatkan kebahagiaan. Mulai saat ini putuskan untuk selalu membawa sinar cerah di hari-hari Anda. Bagaimana caranya?

Lakukan Sesuatu

Lakukan aktivitas apapun yang membuat Anda senang. Jalan-jalan, traveling, berenang, bersepeda, berkebun, atau melakukan pekerjaan sulit yang membuahkan hasil, apapun itu yang penting bisa menyenangkan hati.
Pada tahun 1990 seorang psikolog kelahiran Czech, Mihaly Csikzenmihalyi, menulis tentang sensasi itu pada bukunya, Flow. Menurut Mihaly inilah saat-saat terhebat dalam hidup, ketika tubuh atau pikiran seseorang ditarik hingga melampaui batas untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
“Anda akan sangat serius dengan tujuan Anda saat itu. Namun setelah semua itu dilalui dan Anda melihat hasil yang memuaskan dan bermanfaat dari karya Anda, itulah kebahagiaan yang timbul setelah Anda mengalami “flow”,” terang Mihaly.

Ubah Tindakan

Seorang psikolog dari University Missouri, Ken Sheldon, melakukan 4 penelitian yang melibatkan lebih dari 1000 mahasiswa, untuk mengetahui tingkat kebahagiaan mereka selama satu semester. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa suatu perubahan-seperti membeli mainan atau gadget baru menghasilkan sebuah kebahagiaan yang sifatnya sekejap.
“Mengubah suasana hidup akan memberikan Anda semangat sementara. Namun kemudian Anda akan kembali ke titik awal lagi,” kata Sheldon. Di sisi lain, Sheldon menemukan bahwa mahasiswa yang mengambil aktivitas baru, misalnya seperti berolahraga, bersosialisasi, atau travelling, memperoleh kebagahagiaan yang lebih tahan lama.

Realistis

“Tinjaulah kembali standar hidup yang Anda kejar selama ini. Jangan mematok terlalu tinggi, sehingga menyulitkan Anda atau bahkan mustahil mencapainya. Akibatnya Anda akan frustasi berkepanjangan.
Dengan meninjau kembali seluruh standar tersebut dan meyesuaikannya menjadi target yang realistis, diharapkan Anda bisa menjalani hidup lebih optimis dan mudah mengendalikan diri.

Bersyukur

Psikolog dari National Institute for Health Care Research, Michael McCullough dan Robert Emmons telah melakukan penelitian tentang hal bersyukur. Singkatnya, mereka menemukan bahwa bersyukur bisa membuat seseorang lebih bahagia.
Mereka meminta para sukarelawan untuk selalu mengisi buku harian selama 2 minggu. Satu grup merekam kesulitan-kesulitan sehari-hari, grup lain mencatat kejadian-kejadian, dan grup ketiga yaitu grup bersyukur, menuliskan 5 hal yang membuat mereka bersyukur setiap hari.
Di hari terakhir penelitian, mereka yang berada dalam grup ‘bersyukur’ merasa lebih bahagia. Pasangan mereka pun melihat terjadinya perubahan. McCullough berkata bahwa orang yang lebih sering bersyukur menjadi lebih optimis dan suka menolong, serta lebih tegar dan berenergi menjalani hidup. (dan)

Minggu, 07 September 2014

NOTHING





Am I better off dead?
Am I better off a quitter?
They say I'm better off now
Than I ever was with her
As they take me to my local down the street
I'm smiling but I'm dying trying not to drag my feet

They say a few drinks will help me to forget her

But after one too many I know that I'll never
Only they can’t see where this is gonna end
They all think I'm crazy but to me it's perfect sense

And my mates are all there trying to calm me down

'Cause I'm shouting your name all over town
I'm swearing if I go there now
I can change her mind, turn it all around

And I know that I'm drunk but I’ll say the words

And she'll listen this time even though they’re slurred
So I, dialed her number and confessed to her
I'm still in love but all I heard
Was nothing (nothing, nothing, nothing)

So I stumble there, along the railings and the fences

I know if we're face to face then she'll come to her senses
Every drunk step I take leads me to her door
If she sees how much I'm hurting, she'll take me back for sure

And my mates are all there trying to calm me down

'Cause I'm shouting your name all over town
I'm swearing if I go there now
I can change her mind, turn it all around

And I know that I'm drunk but I’ll say the words

And she'll listen this time even though they’re slurred
So I, dialed her number and confessed to her
I'm still in love but all I heard
Was nothing (nothing, nothing)

She said nothing (nothing, nothing)

Oh, I wanted words but all I heard was nothing
Oh, I got nothing (nothing, nothing)
I got nothing (nothing, nothing)
Oh, I wanted words but all I heard was nothing

Ohh, sometimes love's intoxicating

Ohh, you're coming down, your hands are shaking
When you realize there's no one waiting

Am I better off dead?

Am I better off a quitter?
They say I'm better off now
Than I ever was with her

And my mates are all there trying to calm me down

'Cause I'm shouting your name all over town
I'm swearing if I go there now
I can change her mind, turn it all around

And I know that I'm drunk but I’ll say the words

And she'll listen this time even though they’re slurred
So I, dialed her number and confessed to her
I'm still in love but all I heard
Was nothing (nothing, nothing)

She said nothing (nothing, nothing)

Oh, I wanted words but all I heard was nothing
Oh, I got nothing (nothing, nothing)
I got nothing (nothing, nothing)
Oh, I wanted words but all I heard was nothing
Oh, I got nothing (nothing, nothing, nothing

Senin, 01 September 2014

SUDAH

Dinda, Semua Berakhir SudahSegala Rasa Yang Tlah TertuangSemua Jadi KenanganManis Mungkin Hanyut BerduaDi Dalam Kekosongan Mata Hati Ini
Tak Satupun Yang Kusesali
Malahan Semua Hiasi Hidup
Mungkin Setitik Perih Yang Ada
Mendewasakan Aku Dan Kamu

Dinda, Jangan Sesali IniKamu Masih, Cantik Seperti DuluSaat Pertama Kali, Kita Jumpa
Dinda, Semua Berakhir SudahMestinya Semua Terangkum Dan
Tak Satupun Yang KusesaliMalahan Semua, Warnai HidupMungkin Duri Yang Pernah TertancapMendewasakan Aku Dan Kamu
Agar Terus Dapat Melawan Badai
Untuk Terus Dapat Melawan Badai
WELCOME TO 32 COMUNITY