Entah dari mana aku harus memulai, cerita yg tak ada ujung pangkal.
Orang bilang cinta dan benci memiliki batas yg sangata tipis, mungkin itu yg aku rasa sekarang, dan hal yg paling tidak aku mengerti adalah apakah ini cinta atau benci, susah untuk diungkapkan.
Kembali dari pertemuan kami yg entah sudah berapa lama kami tidak bertemu, disitu kami menjalani rutinitas kami bersama dan keceriaan kami terulang kembali disaat kami merasa saling membutuhkan. disini aku yg terselimuti sara cinta dan entah dia disana melukis rasa dengan warna apa aku blm tau dan aku masih dalam kebingungan, namun hari hari kami tampak normal normal saja, dan tanpa ragu kami mambagi rasa bahagia itu pada dunia.... I am a Happy....
Entah apa yg terpikir oleh diri ini, kebodohan demi kebodohan kami lakukan dengan sadar dan penuh tanggung jawab, tapi tetap saja kami lakukan, dan entah aku ato dia merasakan hal yg sama, namun yg aku harap kebodohan itu akan berubah menjadi ending yg tanpa berakhir. Hemm apa artinya ya...susah untuk dijelaskan tapi bagiku sebuah harapan bahagia harusnya tanpa ada akhir tapi bahagia selamanya.
Sampai pada saat2 aku merasa klo kebodohan itu benar menjadi kebodohan, aku mulai gerah dengan hari2 kami, entah dia masih saja bisa berbuat manis dan aku tidak mengerti apa arti dari semua itu, apakah itu hanya topeng atau dia bener mengharap hubungan itu tetap berjalan mesti tanpa ada komitment. what the hell...aku tak mengerti, sedangkan aku terus merasa dia harus ada buat diriku. batinku berontak antara pergi dan diam dengan rasa yg semakin tidak mengerti.
Waktu berlalu hubungan itu seperti terasa semakin rumit, antara diam sejenak dan berjalan lagi, bagaikan angin yg kadang diam dan kadang bergerak, tapi kebencian dan cinta semakin terasa berperang dalam diri.
Sampai saatnya aku menulis cerita ini, api cinta, cemburu dan benci masih saja berkecamuk dalam diri. Tapi ada saatnya aku sudah mulai berbenah untuk lebih focus dalah hari hari ku yg sebelumnya semua terkacaukan oleh jadwal2 yg tidak penting. Entah karena pengharapan dari dulu yg terlalu tinggi atau aku yg merasa sepi dengan kesendirian, sampai aku mengesampingkan LOGIKA untuk EGO dan EMOSI yg menderu. Aku memang Tergila2 olehnya tetapi alam sadarku mengatakan dan terus berperang klo kamu harus pergi dari situasi ini, ini bukan jalanmu dan ini harus terhapus dari ikatan emosi dan EGO sesaat.
Untuk diriku yg terus bergerak maju, luangkan waktumu sejenak untuk merenung dan berfikir jernih, apa yg seharusnya kamu lakukan, dirimu tidak akan bisa melangkah jika kamu hanya mengepentingkan EGO dan kepedulian terhadap orang yg sengaja atau tidak sengaja mencampakkanmu, entah itu pambrih atau tidak kamu harus lupakan apa yg sudah tumpah dan terhisap tanah, kamu tidak akan diam disatu titik untuk menanti tumbuhnya benih di tanah gersang, bergeraklah mencari oasis oasis yg akan menumbuhkan benih benihmu, lupakan apa yg kau ulurkan dan biarkan mereka minikmati apa yg mereka dapat entah dengan topeng atau dengan keterbukaan dirinya menerima apa yg mereka dapat, karena orang2 gersang akan selalu haus akan embun kesejukan, percuma dirimu menanti tetesan embun di musim kering. camkan dan iklaskan semua tanpa melihat lagi apa yg telah terlewatkan.
Aku menulis ini bukan untuk dia, kamu atapun mereka tapi untuk diriku yg mulai belajar sadar akan dunia yg semakin banyak manusia manusia munafik yg miskin akan etika dan norma. manusia2 yg rela mengorbankan dirinya untuk mendaptkan nikmat gemerlap duniawi, tanpa melihat kedalam dirinya sendiri, yang sebenarnya mereka hanya membutuhkan cinta, kasih. mereka rela membodohi diri untuk EGO dan emosi keduniaan.
Ingatlah klo kita berasal dari tanah, makan dari hasil tanah, hidup ditanah. dan akan mati didalam tanah. Jadi sehebat hebatnya engkau meraih langit ingetlah untuk tetap menginjak tanah..!!
SUARADIKSA
26/03/2015
Untuk terkasih DIA, DIA dan DIA. "cukupkah itu" . . . ?? cukupkan saja jika tidak cukup carilah dari keringatmu, bukan dari drama kenikmatan.
Kamis, 26 Maret 2015
Selasa, 17 Maret 2015
MATA dan TELINGA
Dengan apa lagi harus dikatakan, saat suara tak kau dengar, sedangkan tulisan tak mau kau baca, Kau keras kepala tapi tak beretika, aku memaksa tapi bernurani. Hanya jika dalam teriakku saja tak kau dengar, bisakah dalam diamku kau mengerti.
Lihat aku sejenak, buktikan semua yg kurasa, rasa yang karenamu itu ada. Jika kau tetap tak bisa, biar waktu yg menggangung semua. Jika telinga dan matamu sudah tak bernyawa, semoga hatimu belum buta, karena hati satu hal yg tidak bisa dibohongi.
Lakukan yang terbaik untuk hatimu, biarkan telinga dan mata tetap tak bernyawa. makan bahagia akan kau dapati.
Lihat aku sejenak, buktikan semua yg kurasa, rasa yang karenamu itu ada. Jika kau tetap tak bisa, biar waktu yg menggangung semua. Jika telinga dan matamu sudah tak bernyawa, semoga hatimu belum buta, karena hati satu hal yg tidak bisa dibohongi.
Lakukan yang terbaik untuk hatimu, biarkan telinga dan mata tetap tak bernyawa. makan bahagia akan kau dapati.
Kamis, 12 Maret 2015
KARMA
Di Telaah dari beberapa Sudut
SIDE - A
Bayang bayang bulan dalam kolam
Sentuh malam terus tuk bergumam
Citra mana mempesona
Langit atau depan mata
Hembus angin air pun bergoyang
Bulan kolam hancur berkeping keping
Atas tetap benderang
Indah cemerlang
Karma manusia tak kan hilang jiwa
Meninggalkan raga
Walau bayang terhapus musnah pupus
Ditelan masa
Karma manusia tetap tersirat
Jejak langkahnya
Walau sampai di akhir hayat
Pala selalu kan terbawa
Bayang bayang bulan dalam kolam
Lukiskan lingkaran jiwa karma
Tiada karma terhindarkan
Pala ganjaran Tuhan
SIDE - B
Sekian lama kita bersama
Ternyata kau juga, sama saja
Kau kira kupercaya semua
S'gala tipu daya, oh percuma
Kau buat sempurna, awalnya
Berakhir bencana
Selamat tinggal sayang
Bila umurku panjang, kelak ku kan datang
'tuk buktikan, satu balas 'kan kau jelang
Jangan menangis sayang
Kuingin kau rasakan, pahitnya terbuang
Sia-sia, memang kau pantas dapatkan
Akhirnya, usai sudah semua
Kudapat tertawa, bahagia
SIDE - C
Maaf.. ku telah menyakitimu
Ku telah kecewakanmu
Bahkan ku sia-siakan hidupku,dan kubawa kau s'perti diriku
Walau hati ini t'rus menangis
Menahan kesakitan ini
Tapi ku lakukan semua demi cinta
Akhirnya juga harus ku relakan kehilangan cinta sejatiku
Segalanya t'lah ku berikan
Juga semua kekuranganku
Jika memang ini yang terbaik
Untuk diriku dan dirinya
Kan ku t'rima semua demi cinta
Jujur, aku tak kuasa, saat terakhir ku genggam tanganmu
Namun yang pasti terjadi, kita mungkin tak bersama lagi
Bila nanti esok hari
Ku temukan dirimu bahagia
Ijinkan aku titipkan kisah cinta kita selamanya
Uppssss ini bukan karma (Demi Cinta)
SIDE - A
Bayang bayang bulan dalam kolam
Sentuh malam terus tuk bergumam
Citra mana mempesona
Langit atau depan mata
Hembus angin air pun bergoyang
Bulan kolam hancur berkeping keping
Atas tetap benderang
Indah cemerlang
Karma manusia tak kan hilang jiwa
Meninggalkan raga
Walau bayang terhapus musnah pupus
Ditelan masa
Karma manusia tetap tersirat
Jejak langkahnya
Walau sampai di akhir hayat
Pala selalu kan terbawa
Bayang bayang bulan dalam kolam
Lukiskan lingkaran jiwa karma
Tiada karma terhindarkan
Pala ganjaran Tuhan
SIDE - B
Sekian lama kita bersama
Ternyata kau juga, sama saja
Kau kira kupercaya semua
S'gala tipu daya, oh percuma
Kau buat sempurna, awalnya
Berakhir bencana
Selamat tinggal sayang
Bila umurku panjang, kelak ku kan datang
'tuk buktikan, satu balas 'kan kau jelang
Jangan menangis sayang
Kuingin kau rasakan, pahitnya terbuang
Sia-sia, memang kau pantas dapatkan
Akhirnya, usai sudah semua
Kudapat tertawa, bahagia
SIDE - C
Maaf.. ku telah menyakitimu
Ku telah kecewakanmu
Bahkan ku sia-siakan hidupku,dan kubawa kau s'perti diriku
Walau hati ini t'rus menangis
Menahan kesakitan ini
Tapi ku lakukan semua demi cinta
Akhirnya juga harus ku relakan kehilangan cinta sejatiku
Segalanya t'lah ku berikan
Juga semua kekuranganku
Jika memang ini yang terbaik
Untuk diriku dan dirinya
Kan ku t'rima semua demi cinta
Jujur, aku tak kuasa, saat terakhir ku genggam tanganmu
Namun yang pasti terjadi, kita mungkin tak bersama lagi
Bila nanti esok hari
Ku temukan dirimu bahagia
Ijinkan aku titipkan kisah cinta kita selamanya
Uppssss ini bukan karma (Demi Cinta)
Kamis, 05 Maret 2015
DALAM TIAP DOAKU
Jika aku tidak bisa bersama orang yg selalu aku sebut dalam Doaku
Mungkin engkau akan mempertemukan aku dengan orang yg sering menyebut namaku dalam Doanya
Mungkin engkau akan mempertemukan aku dengan orang yg sering menyebut namaku dalam Doanya
BERDARAH UNTUKNYA
Kamu tau ketika kamu merasasempurna, merasa hebat dan kamu telah mendapatkan segala yang kamu inginkan, tetapi kamu ternyata hanya sendiri, Tidak ada orang yang menemani hidupmu, segala yang kamu capai menjadi tidak berarti karena kebahagiaanmu belum kamu dapatkan Kamu hanya bisa membaginya untuk dirimu sendiri..
Kamu lupa bukan banyak cinta dan kesenangan yang kamu cari dalam hidupmu..kamu lupa bukanlah kecantikan,ketampanan,keindahan yang kamu butuhkan untuk melengkapi hidupmu.. tapi seseorang yang memiliki hati bersih dan tulus yang menerima segala kelebihan dan kekuranganmu..yang tidak menuntutmu untuk menjadi seseorang yang bukan dirimu..yang tak pernah meminta imbalan apapun..kecuali berharap kamu mencintai dia setulus hatimu..berharap kamu mampu menyadari bahwa cintanya berharga..tapi kamu akan melupakan segalanya itu jika kamu tertutupi oleh kepercayaan dirimu yg berlebihan sehingga menjadikanmu sosok yang sombong dan keegoisanmu yang begitu besar lalu kamu akan melewatkan kesempatanmu mendapatkan kesempurnaan dalam hidupmu pada saat kamu meninggalkannya..
Dalam keadaan terburuk sekalipun..dia masih berani menyayangimu..dia masih berani memberikan cintanya padamu..
“sosok yang kamu sia-siakan itu adalah sosok yang mengabaikan
kepentingan dirinya dan perasaannya demi menjaga dan menunjukkan
cintanya kepada pasangannya..Yang menjadikan kamu sebagai subjek untuk
dikasihi..bukan sebaliknya..”
*INVISIBLE LOVE*
Siapapun yang baca ini…mungkin kata-kata ini udah ga asing lagi buat kalian..tapi saya pengen ingetin aja…seringkali kita lupa bersyukur atas apa yang telah Tuhan titipkan untuk kita jaga…akhirnya pun kita menyia-nyiakannya…seringkali kita menyia-nyiakan ketulusan seseorang yang benar mencintai kita karena ego kita yang ingin lebih…padahal belum tentu kita dapatkan ketulusan yang ia berikan pada orang lain apalagi ketulusan sekarang udah langka banget…jadi kalian coba rasakan di sekitar kalian…apabila telah punya seseorang yang begitu mencintai kalian dengan tulus…
Penyesalan ga akan bisa menolong, tapi tobat adalah langkah yg mungkin akan membuka pintu kesempatan untuk kita menjadi lebih baik lagi. TETAP BERSYUKUR. dan jangan pernah menyakiti, lakukan yg terbaik, masa depan kebahagiaan lebih penting dari hanya sekedar polesan nikmat dunia yg tidak pernah kekal.
Langganan:
Postingan (Atom)
WELCOME TO 32 COMUNITY

